Langsung ke konten utama

Postingan

Queen bee Syndrome? Vidio Najwa Shihab: Dari Perempuan Untuk Perempuan

Beberapa hari yang lalu Najwa Shihab merilis sebuah vidio di kanal youtubenya yang berjudul "Dari Perempuan Untuk Perempuan.Vidio itu berisi tentang  bagaimana memandang keberhasilan perempuan dari berbagai sisi, yang sukses dan menepis segala ragu yang kerap distigmakan pada perempuan dan penyakit psikologi perempuan dimana ada sebuah istilah menarik dalam vidio itu yaitu Queen bee Syndrome. pernah dengar istilah   queen bee syndrome ? Sindrom ratu lebah ini pertama kali didefinisikan oleh G.L. Staines, T.E. Jayaratne, dan C. Tavris pada tahun 1973. Istilah ini menggambarkan seorang perempuan dalam posisi otoritas yang memandang atau memperlakukan bawahan lebih kritis jika mereka perempuan. Pernah nonton film The Devil Wears Prada ? Di film tersebut sosok Miranda menggambarkan stereotip seorang queen bee . Dia digambarkan sebagai perempuan dengan jabatan tinggi dan selalu kritis terhadap bawahannya, khususnya bawahan perempuan. Seorang queen bee seperti Miranda m...

cerpen: seribu?

“Ahmad...Ahmad...! kamu dipanggil sama kak Majid.” Tiba-tiba Kholil memanggil   Ahmad yang sedang membaca kitab Fathul Qorib di kelas. “Haaahh...,apa kamu tidak salah dengar Lil? Kok tiba-tiba aku dipanggil sama kak Majid memangnya aku melanggar peraturan, tadi subuh aku salat di masjid deh,” ucap Ahmad terheran-heran.      Ahmad terheran-heran karena tiba-tiba saja ia dipanggil oleh Kak Majid. Seantero pondok tahu kalau kak Majid adalah seorang ketua bagian keamanan yang dikenal tegas, ganas dan beringas. Tidak segan-segan jika para santri yang melanggar peraturan pesantren maka mereka akan diberi Ta’zir (hukuman) yang membuat mereka jera untuk melakukan kesalahan kedua. Tak ada satu pun yang melaporkan kebijakan-kebijakan pondok pada pihak berwajib karena para santri juga para wali murid mengetahui bahwa hukuman yang diberikan oleh pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan yang melatih mental para santri di kehidupan bermasyarakat nanti. ...

Cerpen: My Ketua Koor (2)

     Pagi tiba ditemani senyuman mentari yang cerah. Hari ini aku dan teman-temanku akan melaksanakan PBAK jurusan. Seperti biasa semua panitia harus stand by lebih dulu supaya mobilisasi maba mudah gak butuh banyak waktu. Nothing special today , aku pergi ke kampus pukul 6 pagi bawa laptop yang membuat aku harus membawa ransel padahal tadinya aku cuman mau bawa slang bag cuman aku ditugaskan sama koorku buat bawa laptop, It's okay ya namanya juga junior nurut sama seniornya dong.       Ternyata semua gak berjalan lancar ada aja masalah yang ngintilin aku. Mulai dari gak diizinin parkir di belakang gedung sama kang parkir padahal itu memudahkan aku pergi ke lokasi dan you know sebelum aku tuh ada panitia lain yang nyelonong masuk gitu aja dan di situ ada kang parkirnya. Pilih kasih. Karenanya aku parkir di gedung parkiran yang lumayan jauh dari lokasi PBAK, oooh shit! , gerutuku. Buru-buru aku pergi ke lokasi itu ngos-ngosan woy! aku n...

Cerpen: My Ketua Koor (1)

     Sering  kali aku merasa bukan diriku sendiri, merasa insecure. Di saat yang lain bahagia dengan cara mereka sendiri , hidup mereka. Aku merasa tidak demikian Aku tahu hidup seseorang tidak baik kalau kita compere terus menerus. Saat ini aku terjebak dalam lingkungan yang tak sejalan dengan keinginanku mungkin karena aku ikut-ikutan teman untuk bergabung ke sebuah lingkungan yang sekarang aku jalanin. Aku tidak menyesal tentang itu. sudah sewajarnya kita merasakan kejenuhan dan kepenatan dalam hidup. Kodrat manusia.        Hanya sekadar cerita di blog ini, saat ini aku baru saja naik ke semester tiga. Tentu kalian tahu semakin kita naik pada tingkatan lanjut semakin juga banyak hal menantang yang harus dihadapi bukannya lari. Mungkin aku kaget dengan keadaan ini, kalian tahu aku menjadi panitia pengurus mahasiswa baru di kampusku, divisi acara. Sebuah divisi yang menjadi pondasi semua acara, aku kaget dong kenapa aku...

Cerpen: Pasha Bunga Sang Oposisi Patriarki

                    Senja mulai datang dengan perlahan, sang surya pun mulai meninggalkan singgasananya. Langit biru pun mulai memudarkan warnanya menjadi oranye seolah-olah di langit ada dua warna yang tak saling menyatu. Bising knalpot kendaraan memeriahkan suasana senja kampung kecil itu. Terlahirlah seorang anak perempuan bernama Pasha Bunga yang mulai beranjak dewasa. Ia adalah anak pertama dari empat saudara dan saudara-saudaranya semua perempuan.       Entah mengapa Tuhan memberikan anak-anak perempuan kepada orang tuanya. Mungkin Tuhan memberikan jalan hidup tersendiri kepada makhluk-makhluk-Nya.  Tak ada kata ‘menyesal’ yang dilontarkan dari mulut Ibunya, karena sebagai perempuan Ibunya yakin bahwa di kemudian hari anak-anak perempuannya akan menjadi orang yang berpengaruh untuk dunia. Namun, sikap Ibunya dengan Ayahnya sangatlah berbeda, Ayahnya  selalu melontarkan kata ‘menyesal’ di setiap amarah...

Cerpen : Rintik Sedu Ibu Pertiwi

Hamparan awan putih nan lembut memenuhi padang biru di atas bumi, berjalan dengan lambat bagaikan siput yang mencari makan di antara daun-daun yang jatuh. Sinar matahari pun tak mau kalah dengan keelokan awan-awan putih yang memenuhi padang biru. Pantulan sinarnya seakan-akan menembus hamparan awan putih bak seorang ksatria menghunus para musuh dengan pedangnya yang tajam. Percikan suara air terjun yang menenangkan jiwa bagi siapa saja yang mendengarkannya. Rimbunan pepohonan, dan semak belukar menambah nilai estetika alam. Kicauan burung-burung pun meramaikan suasana hening di hutan. Pemandangan ini dapat dinikmati dengan cuma-cuma oleh kita semua tanpa terkecuali. Namun, sayang beribu sayang seiring berjalannya waktu keindahan alam ini akan lenyap oleh teknologi modern. Aku menetap di sebuah kampung kecil yang bernama Kampung Kertanegara, walaupun hanya kampung kecil kampungku memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah salah satunya adalah batu bara. Suasana kampungku mas...