Langsung ke konten utama

Body Image: Social Misleading 'Bout Ur Body

 "Ko, badanku gendut/kurus sih jelek bgt deh"

"Wajahku jerawatan, kusam, ngga putih lgi duh jijik bgt deh"

Pasti kalian pernah ada di fase ini, nah ini yang disebut dengan body image.

Apa itu body image?

"A complex subjective construct that can influence one's self-image through cognitive, emotive, and behavioral means."

Body image selalu berkaitan dengan self-esteem. Self-esteem merupakan evaluasi seseorang dalam menilai dirinya sendiri, yakni seberapa puas seseorang dengan dirinya sendiri.

Self-esteem  berkaitan dengan gender. Menurut hasil penelitian,

Perempuan: Self-esteem remaja perempuan lebih berkaitan dengan kepuasan untuk diterima dan dihargai secara emosional terutama terkait dengan penampilan fisiknya.

Laki-laki: Lebih berkaitan dengan perkembangan kompetensi yang ditunjukan melalui pencapaian atau prestasi.

"Individuals, particularly women, with greater body satisfaction and body appreciation tend to report more positive sexual experiences." Gillen & Markey (2018)

Gimana cara memulai untuk menerima body image-mu?

1. Coba lakuin self kindness!

Self kindness ini meliputi:

 - Recognize that being imperfect, failing, and life difficulties is inevitable

 - Understand that people can't always be or get exactly what they want

 - Be gentle when confronted with painful experiences

2. Jauhi dirimu dari self judgement!

Self judgement ini based from our thoughts, n produce anxiety, anger, and depression.

3. Honoring ur body!

- Take care of it

- Don't do things that make you uncomfortable

- Accept your body as it is


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai: Perspektif Santri Terhadap Isu Kekerasan Seksual Berbasis Gender Online Pada Masa Pandemi

Santri sebagai agen penerus bangsa sekaligus pendakwah yang membawa ilmu-ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama dalam hidupnya ditugaskan untuk selalu menyebarkan syariat Islam kepada semua insan. Selain itu, seorang santri hendaknya juga menyebar kebaikan, perhatian, dan kasih sanyangnya kepada para korban kekerasan dan pelecehan seksual. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa berjihad menegakkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan merupakan esensi dalam ajaran Islam. Bila kita kaitkan dengan cita-cita kemerdekaan NKRI, negara kita belum merdeka secara penuh. Secara yuridis negara kita sudah merdeka namun dalam prakteknya negara kita masih belum merdeka. Misalnya yang saat ini menjadi headline dalam setiap berita adalah  terjadinya kasus-kasus kekerasan dan pelecahan seksual.  Faktanya mayoritas korban dan penyintas kekerasan dan pelecehan seksual adalah pada perempuan, namun pada hakikatnya hal ini bisa terjadi kepada siapa saja. Kasus-kasus kekerasan ini sudah ada dari zaman da...

Gender dalam Islam

Gender memiliki berbagai macam makna, gender dapat dimaknai dari beberapa aspek yaitu dari segi fenomena atau kontruksi sosial, suatu persoalan, perspektif, alat analisis, dan sebuah gerakan kesadaran. Gender dan jenis kelamin selalu dikaitkan dengan hal yang sama, namun pada hakikatnya kedua hal ini sangatlah berbeda. Kita dapat mengidentifikasi perbedaan gender dengan jenis kelamin atau seks melalui table berikut ini: Laki-laki G/S Perempuan G/S Jakun S Vagina S Penis S Menyusui S Kuat G Hamil S Rasional G Lembut G Pemimpin G Perasaan G Warisan double G Cerewet G Gagah G Dilindungi G   Dari table di atas kita dapat membedakan perbedaan gender dan jenis ke...

Esai: Patriarki Dalam Kekerasan Berpacaran

  Data dari Simfoni PPA tahun 2016 menyebutkan bahwa dari 10.847 pelaku kekerasan sebanyak 2.090 pelaku kekerasan adalah pacar/teman.  Kebanyakan yang menjadi korban kekerasan adalah perempuan yang usianya di atas 15 tahun. Ini dibuktikan dengan data dari  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) diketahui sebanyak 33,4% perempuan usia 15-64 tahun telah mengalami kekerasan fisik dan/atau kekerasan seksual selama hidupnya, dengan jumlah kekerasan fisik sebanyak 18,1% dan kekerasan seksual 24,2%. Tingginya kasus kekerasan ini menjadi perhatian yang besar bagi masyarakat, apalagi minimnya edukasi seksual di Indonesia. Karena, edukasi ini masih dianggap ‘tabu’ oleh sebagian masyarakat, dan masih adanya pemahaman  patriarki dalam kehidupan sehari-hari.  Kekerasan terhadap perempuan merupakan wujud dari kekuasaan kaum laki-laki yang terbentuk karena adanya historis budaya patriarki yang mengakibatkan diskriminasi dan dominasi terhadap perem...