Langsung ke konten utama

So, I Married with My Fan (Part 2)

 "Lily!" teriak Tae Jun

Lily menuju Tae Jun untuk menanyakan mengapa ia dipanggil.

"mmm, ada apa ya?"

"oh ya, aku hanya ingin meminta nomor hp mu, boleh nggak?"

"tentu saja"

Setelah keduanya bertukar nomor telepon, Tae Jun pun melanjutkan syutingnya, sementara Lily pergi ke kelas untuk melajutkan perkuliahannya.

(Di kelas)

" Da in, aku ingin bertanya jika ada laki-laki yang meminta nomor telepon pada perempuan, itu maksudnya apa?"

Han Da in adalah teman dekat Lily selama di kampus, ia yang pernah pacaran pun memberikan wejangan kepada Lily yang sama sekali belum pernah berhubungan dengan laki-laki.

"itu artinya dia tertarik dengan perempuan itu, bisa jadi laki-laki itu ingin mengenal lebih dekat dengannya. Tunggu, apakah ini sedang terjadi pada mu?"

"Hmmm, tapi kamu harus janji padaku untuk tidak membeberkan hal ini pada orang lain"

"Oke,.." sambil memberikan isyarat di tangannya dengan menyilangkan jari telunjuk dan jari tengah.

"Da in, kau tahu Oh Tae Jun? sebelum aku masuk ke kelas tiba-tiba dia memanggilku dan meminta nomor teleponku"

"OMG! kau sangat beruntung Lily, itu berarti Tae Jun menyukaimu, aku sangat senang akhirnya temanku punya crush juga" Da in pun memeluk Lily dengan bahagia

"gomawo Da in-a" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan antara Fiqh Al-Lugha dengan Ilmu Al-Lugha

  A.     Pengertian Fiqh al-Lughah dan Ilmu al-Lughah Secara etimologis (dari segi bahasa) kedua istilah itu sama. Dalam kamus Arab ditemukan bahwa kata الفقه     berarti العلم بالشيء و الفهم له   ( pemahaman dan pengetahuan tentang sesuatu) [1] . Singkatnya kata al-fiqh ( الفقه ) = al-’ilm ( العلم ) dan kata faquha ( فقه   ) = ‘alima ( علم ). Hanya saja pada penggunaannya kemudian, kata al-fiqh lebih didominasi oleh bidang hukum. Dengan demikian frase ilm lughah sama dengan frase fiqh lughah . [2] Pendapat ini sejalan dengan pendapat Ibnu Mansur, beliau mengatakan bahwa istilah “ علم اللغة “ memiliki kesamaan dengan istilah فقه اللغة" “ yaitu dari kata فقه" “dan “ علم “ yang dapat diartikan mengetahui atau memahami [3] . Hal ini diperkuat firman Allah swt. dalam QS; Al-Taubah/9: 122   لِیَتَفَقهوا فِى الدِّیْنِ " أَيْ لِیَكُوْنُوْاعُلَمَاءً بهِ “ " Untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama” [4] Dengan...

Gender dalam Islam

Gender memiliki berbagai macam makna, gender dapat dimaknai dari beberapa aspek yaitu dari segi fenomena atau kontruksi sosial, suatu persoalan, perspektif, alat analisis, dan sebuah gerakan kesadaran. Gender dan jenis kelamin selalu dikaitkan dengan hal yang sama, namun pada hakikatnya kedua hal ini sangatlah berbeda. Kita dapat mengidentifikasi perbedaan gender dengan jenis kelamin atau seks melalui table berikut ini: Laki-laki G/S Perempuan G/S Jakun S Vagina S Penis S Menyusui S Kuat G Hamil S Rasional G Lembut G Pemimpin G Perasaan G Warisan double G Cerewet G Gagah G Dilindungi G   Dari table di atas kita dapat membedakan perbedaan gender dan jenis ke...

Esai: Perspektif Santri Terhadap Isu Kekerasan Seksual Berbasis Gender Online Pada Masa Pandemi

Santri sebagai agen penerus bangsa sekaligus pendakwah yang membawa ilmu-ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama dalam hidupnya ditugaskan untuk selalu menyebarkan syariat Islam kepada semua insan. Selain itu, seorang santri hendaknya juga menyebar kebaikan, perhatian, dan kasih sanyangnya kepada para korban kekerasan dan pelecehan seksual. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa berjihad menegakkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan merupakan esensi dalam ajaran Islam. Bila kita kaitkan dengan cita-cita kemerdekaan NKRI, negara kita belum merdeka secara penuh. Secara yuridis negara kita sudah merdeka namun dalam prakteknya negara kita masih belum merdeka. Misalnya yang saat ini menjadi headline dalam setiap berita adalah  terjadinya kasus-kasus kekerasan dan pelecahan seksual.  Faktanya mayoritas korban dan penyintas kekerasan dan pelecehan seksual adalah pada perempuan, namun pada hakikatnya hal ini bisa terjadi kepada siapa saja. Kasus-kasus kekerasan ini sudah ada dari zaman da...